لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْك

Mayoritas Umat Islam Belum Tahu! Ternyata Makam Rasulullah ﷺ Awalnya Tanpa Kubah

SYIAR Travel – Kubah hijau yang berdiri megah di kompleks Masjid Nabawi telah menjadi salah satu ikon paling dikenal di dunia Islam. Jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahun memandangnya dengan penuh haru. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa pada masa awal Islam, makam Rasulullah ﷺ sama sekali tidak memiliki kubah seperti yang terlihat saat ini.

Makam Rasulullah ﷺ Berada di Dalam Rumah Aisyah r.a.

Ketika Rasulullah ﷺ wafat pada tahun 11 Hijriah, para sahabat tidak memakamkan beliau di area pemakaman umum. Berdasarkan petunjuk yang disampaikan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Nabi dimakamkan di tempat beliau wafat, yaitu kamar istri beliau, Aisyah binti Abu Bakar, yang berada di sisi Masjid Nabawi.

Hal ini berdasarkan hadis:

عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: مَا قُبِضَ نَبِيٌّ إِلَّا دُفِنَ حَيْثُ يُقْبَضُ

“Tidaklah seorang nabi diwafatkan melainkan ia dimakamkan di tempat ia wafat.”
(HR. At-Tirmidzi no. 1018)

Karena itu, makam Rasulullah ﷺ berada di dalam kamar Aisyah, bukan di dalam area utama masjid sebagaimana banyak disangka.

Pada Awalnya Tidak Ada Kubah

Selama masa Khulafaur Rasyidin hingga beberapa abad setelahnya, makam Rasulullah ﷺ hanya berada di dalam bangunan sederhana yang dikelilingi dinding pelindung. Tidak terdapat kubah di atasnya.

Kubah baru dibangun beberapa abad kemudian sebagai bagian dari renovasi besar Masjid Nabawi yang dilakukan oleh para penguasa Muslim pada masa berikutnya. Kubah tersebut pun awalnya tidak berwarna hijau. Dalam catatan sejarah, warnanya pernah putih, kebiruan, bahkan keunguan sebelum akhirnya dicat hijau pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. Sejak saat itu, Kubah Hijau menjadi simbol yang dikenal umat Islam hingga sekarang.

Islam Mengajarkan Kesederhanaan dalam Menghormati Makam

Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk menjaga kemurnian tauhid dan tidak berlebihan dalam memuliakan makam.

Beliau bersabda:

لَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا، وَصَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

“Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kalian akan sampai kepadaku di mana pun kalian berada.”
(HR. Abu Dawud no. 2042)

Al-Qur’an juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa memurnikan ibadah hanya kepada Allah سبحانه وتعالى.

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah atau berdoa kepada siapa pun di samping Allah.”
(QS. Al-Jinn [72]: 18)

Pelajaran bagi Jamaah Umrah

Mengetahui sejarah makam Rasulullah ﷺ membantu jamaah memahami bahwa kemuliaan beliau tidak terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada risalah yang beliau bawa. Kubah hijau merupakan bagian dari perjalanan sejarah arsitektur Masjid Nabawi, bukan bagian dari syariat yang diwajibkan.

Saat berziarah ke Masjid Nabawi, adab yang paling utama adalah memperbanyak shalawat, mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ dengan penuh penghormatan, serta meneladani akhlak dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami sejarah ini menjadikan ziarah bukan sekadar pengalaman emosional, tetapi juga sarana memperdalam ilmu dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sesuai tuntunan Islam.

 

Umrah Plus Mesir
Private Umrah
Umrah Plus Turki
Umrah Reguler

Continue Reading