لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْك

Ustuwanah Wufud: Tempat Rasulullah ﷺ Menerima Tamu dari Seluruh Penjuru Jazirah Arab

SYIAR Travel – Di antara banyak lokasi bersejarah di Masjid Nabawi, terdapat sebuah pilar yang sering luput dari perhatian jamaah umrah, yaitu Ustuwanah Wufud (أسطوانة الوفود). Pilar ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting ketika Rasulullah ﷺ menerima utusan dari berbagai kabilah di Jazirah Arab yang datang untuk menyatakan keislaman, berdialog, hingga menjalin hubungan dengan negara Islam yang baru tumbuh di Madinah.

Keberadaan Ustuwanah Wufud mengingatkan bahwa Masjid Nabawi sejak masa Rasulullah ﷺ bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, diplomasi, dan musyawarah umat Islam.

Makna Ustuwanah Wufud

Secara bahasa, wufud (الوفود) berarti rombongan utusan atau delegasi. Ustuwanah Wufud adalah pilar di Masjid Nabawi yang diyakini sebagai tempat Rasulullah ﷺ menerima tamu-tamu penting dari berbagai suku dan kabilah Arab.

Setelah penaklukan Makkah pada tahun kedelapan Hijriah, semakin banyak delegasi yang datang ke Madinah. Bahkan, tahun kesembilan Hijriah dikenal oleh para ulama sebagai ‘Am al-Wufud (عام الوفود) atau Tahun Delegasi, karena banyaknya utusan yang mendatangi Rasulullah ﷺ untuk mempelajari Islam dan menyatakan baiat.

Masjid Nabawi Menjadi Pusat Diplomasi Islam

Delegasi yang datang berasal dari berbagai wilayah di Jazirah Arab. Mereka berdialog langsung dengan Rasulullah ﷺ mengenai ajaran Islam, hukum-hukum syariat, hingga urusan sosial dan politik.

Di tempat inilah Rasulullah ﷺ menunjukkan akhlak yang lembut, penuh hikmah, dan menghormati setiap tamu yang datang. Sikap beliau menjadi teladan dalam membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan, serta menyebarkan dakwah dengan kebijaksanaan.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang paling baik.”
(QS. An-Nahl: 125)

Ayat ini mencerminkan metode dakwah Rasulullah ﷺ yang tercermin dalam berbagai pertemuan beliau dengan para delegasi di Masjid Nabawi.

Rasulullah ﷺ Memuliakan Para Tamu

Sikap Rasulullah ﷺ kepada para utusan juga selaras dengan ajaran Islam tentang memuliakan tamu.

Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Prinsip inilah yang menjadi salah satu fondasi hubungan Rasulullah ﷺ dengan berbagai kabilah yang datang ke Madinah. Melalui akhlak yang mulia, banyak hati terbuka menerima hidayah Islam.

Pelajaran bagi Jamaah Umrah

Berziarah ke Masjid Nabawi bukan sekadar menikmati kemegahan arsitektur atau memperbanyak ibadah. Mengenal Ustuwanah Wufud mengajarkan bahwa masjid adalah tempat membangun ukhuwah, menyebarkan ilmu, menyelesaikan persoalan umat, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi jamaah umrah, kisah Ustuwanah Wufud menjadi pengingat bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui mimbar. Senyuman, keramahan, penghormatan kepada tamu, dan dialog yang penuh hikmah merupakan bagian dari akhlak Rasulullah ﷺ yang patut diteladani.

Ustuwanah Wufud mungkin hanya sebuah pilar di sudut Masjid Nabawi. Namun di tempat itulah pernah berlangsung pertemuan-pertemuan yang mengubah arah sejarah Islam, mempererat persaudaraan antarsuku, dan memperluas penyebaran risalah yang dibawa Rasulullah ﷺ ke seluruh penjuru Jazirah Arab.

 

Umrah Plus Mesir
Private Umrah
Umrah Plus Turki
Umrah Reguler

Continue Reading