SYIAR Travel – Di dalam Masjid Nabawi terdapat sejumlah pilar bersejarah (ustuwanah) yang menjadi saksi perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Salah satu yang memiliki keutamaan tersendiri adalah Ustuwanah Aisyah, sebuah lokasi yang dikenal sebagai tempat salat yang sangat diinginkan oleh para sahabat Nabi. Keistimewaan tempat ini bahkan dijelaskan langsung oleh Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Ustuwanah Aisyah berada di area lama Masjid Nabawi, tidak jauh dari kawasan Raudhah. Pilar ini juga dikenal dengan nama Ustuwanah al-Muhajirin, karena banyak sahabat dari kalangan Muhajirin yang berusaha melaksanakan salat di sekitarnya.
Mengapa Para Sahabat Sangat Menginginkannya?
Keutamaan tempat ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan adanya sebuah tempat di dalam masjid yang memiliki keutamaan besar untuk salat.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
«لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي هَذِهِ الْأُسْطُوَانَةِ لَأَتَوْهَا حَتَّى يُقْتَرَعَ عَلَيْهَا»
“Seandainya manusia mengetahui keutamaan yang ada pada tiang ini, niscaya mereka akan mendatanginya hingga harus melakukan undian untuk mendapatkan tempat di sana.”
(HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan lokasi tersebut. Bahkan, Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa apabila semua orang mengetahui keistimewaannya, mereka akan rela mengundi demi memperoleh kesempatan salat di sana.
Mengapa Disebut Ustuwanah Aisyah?
Nama pilar ini berasal dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menunjukkan lokasi tersebut kepada para sahabat setelah Rasulullah ﷺ wafat. Beliau mengetahui posisi yang dimaksud Nabi ﷺ, namun tidak langsung mengumumkannya secara luas.
Dalam sejumlah riwayat dijelaskan bahwa setelah para sahabat mengetahui lokasinya, mereka mulai berlomba-lomba melaksanakan salat di tempat tersebut. Karena informasi itu berasal dari Aisyah, akhirnya pilar tersebut dikenal sebagai Ustuwanah Aisyah.
Bukan Tempat yang Wajib Didatangi
Meskipun memiliki keutamaan berdasarkan hadis, para ulama mengingatkan bahwa salat di Ustuwanah Aisyah bukan bagian dari rukun maupun sunnah khusus dalam ibadah umrah atau haji. Keutamaannya bersifat anjuran (fadhail al-a’mal), bukan kewajiban.
Jamaah juga tidak dianjurkan berdesak-desakan, apalagi sampai menyakiti sesama muslim demi mendapatkan tempat tersebut. Islam justru mengajarkan adab, ketenangan, dan menjaga hak orang lain ketika berada di masjid.
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah siapa pun di samping Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa kemuliaan masjid harus mengantarkan seorang muslim kepada keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, bukan kepada tempat atau benda tertentu.
Hikmah bagi Jamaah Umrah
Berziarah ke Masjid Nabawi bukan sekadar menikmati kemegahan bangunan, tetapi juga menelusuri jejak sejarah yang memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Ustuwanah Aisyah menjadi salah satu pengingat bahwa para sahabat selalu bersemangat mencari tempat-tempat yang pernah dimuliakan oleh Nabi ﷺ, namun tetap menjaga adab dan tidak melampaui batas.
Bagi jamaah yang berkesempatan mengunjunginya, jadikan momen tersebut sebagai sarana memperbanyak salat, doa, dan dzikir dengan penuh kekhusyukan. Sebab, nilai utama dari setiap ibadah bukan terletak pada lokasinya semata, melainkan pada keikhlasan hati dan ketakwaan kepada Allah SWT.





