SYIAR Travel – Di sisi utara Masjid Nabawi pada masa Rasulullah ﷺ terdapat sebuah serambi sederhana yang dikenal dengan nama Suffah. Tempat ini bukan sekadar area untuk beristirahat, tetapi menjadi pusat pendidikan Islam pertama yang melahirkan para ulama, penghafal Al-Qur’an, ahli hadis, serta pejuang yang kelak menyebarkan dakwah ke berbagai penjuru dunia.
Keberadaan Suffah menjadi bukti bahwa peradaban Islam dibangun melalui ilmu, keteladanan, dan pembinaan karakter, bukan semata-mata melalui kemegahan bangunan.
Apa Itu Suffah?
Secara bahasa, suffah berarti serambi atau tempat yang dinaungi atap. Setelah pembangunan Masjid Nabawi selesai, Rasulullah ﷺ menyediakan area beratap di bagian belakang masjid sebagai tempat tinggal sementara bagi para sahabat yang tidak memiliki rumah atau keluarga di Madinah.
Penghuni Suffah dikenal sebagai Ahlus Suffah. Mereka berasal dari berbagai kabilah dan daerah. Sebagian besar adalah kaum muhajirin yang mengorbankan harta bendanya demi hijrah bersama Rasulullah ﷺ.
Meski hidup dalam keterbatasan, mereka memiliki satu keistimewaan: hampir seluruh waktunya digunakan untuk belajar Al-Qur’an, mendalami ajaran Islam, beribadah, dan menemani Rasulullah ﷺ.
Pusat Pendidikan Islam Pertama
Suffah sering disebut sebagai lembaga pendidikan Islam pertama dalam sejarah. Di tempat inilah Rasulullah ﷺ mengajarkan Al-Qur’an, akhlak, hukum-hukum Islam, hingga strategi dakwah secara langsung kepada para sahabat.
Allah SWT menegaskan pentingnya membersamai orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk mencari ridha-Nya.
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang dengan mengharap keridaan-Nya.”
(QS. Al-Kahfi: 28)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan atau kedudukan, melainkan oleh kesungguhannya dalam beribadah dan menuntut ilmu.
Rasulullah ﷺ Sangat Memperhatikan Ahlus Suffah
Meskipun hidup sederhana, Ahlus Suffah mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah ﷺ. Beliau sering mengajak mereka makan bersama, membagikan hadiah yang diterimanya, bahkan mendorong para sahabat yang mampu untuk membantu kebutuhan mereka.
Salah satu penghuni Suffah yang paling terkenal adalah Abu Hurairah, perawi hadis terbanyak dalam Islam. Karena banyak menghabiskan waktu bersama Rasulullah ﷺ, beliau berhasil meriwayatkan lebih dari lima ribu hadis yang menjadi rujukan umat Islam hingga hari ini.
Abu Hurairah pernah berkata:
وَإِنَّ إِخْوَانَنَا مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ كَانُوا يَلْزَمُونَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَلَى مِلْءِ بُطُونِهِمْ
“Saudara-saudara kami dari Ahlus Suffah senantiasa bersama Rasulullah ﷺ meskipun dengan perut yang lapar.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Kesederhanaan hidup mereka justru menjadi jalan untuk memperoleh ilmu secara langsung dari Rasulullah ﷺ.
Warisan Suffah bagi Jamaah Masa Kini
Kini bentuk asli Suffah sudah tidak lagi terlihat karena perluasan Masjid Nabawi dari masa ke masa. Namun, nilai-nilai yang lahir dari tempat tersebut tetap hidup.
Bagi jamaah umrah dan haji, mengenal sejarah Suffah menjadi pengingat bahwa kemuliaan Masjid Nabawi bukan hanya terletak pada keindahan arsitekturnya, tetapi juga pada jejak pendidikan yang pernah berlangsung di dalamnya.
Dari sebuah serambi yang sederhana, lahirlah generasi yang membawa cahaya Islam ke berbagai belahan dunia. Suffah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari ilmu, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah SWT.





