SYIAR Travel – Di antara banyak sudut bersejarah di Masjid Nabawi, terdapat sebuah mihrab yang sering luput dari perhatian jamaah umrah, yaitu Mihrab Utsmani. Meski tidak setenar Raudhah atau mimbar Rasulullah ﷺ, mihrab ini menjadi saksi perkembangan peradaban Islam pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu sekaligus simbol kepemimpinan yang mengutamakan kemaslahatan umat.
Mihrab Utsmani merupakan tempat imam memimpin shalat yang dinisbatkan kepada Khalifah Utsman bin Affan. Pada masa pemerintahannya, Masjid Nabawi mengalami perluasan besar untuk menampung jumlah kaum muslimin yang terus bertambah. Dalam proyek tersebut, posisi tempat imam diperjelas sehingga memudahkan jamaah mengikuti shalat berjamaah.
Keberadaan mihrab ini menjadi bukti bahwa para Khulafaur Rasyidin tidak hanya melanjutkan dakwah Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjaga dan mengembangkan fasilitas ibadah agar tetap memberikan manfaat bagi umat sepanjang zaman.
Allah SWT berfirman:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kamu menyembah siapa pun di dalamnya selain Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa seluruh pengembangan masjid pada hakikatnya bertujuan menjaga fungsi utamanya sebagai tempat beribadah kepada Allah semata.
Jejak Kepemimpinan Khalifah Utsman
Khalifah Utsman bin Affan dikenal sebagai pemimpin yang memberikan perhatian besar terhadap pelayanan umat. Selain memprakarsai kodifikasi Mushaf Al-Qur’an, beliau juga memperluas Masjid Nabawi ketika kapasitas masjid tidak lagi mencukupi akibat pesatnya perkembangan masyarakat Muslim.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Islam bukan hanya berbicara tentang pemerintahan, tetapi juga menghadirkan kemudahan bagi umat dalam menjalankan ibadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk memakmurkan masjid, baik melalui pembangunan, pemeliharaan, maupun berbagai bentuk pelayanan kepada jamaah.
Lebih dari Sekadar Sebuah Mihrab
Bagi jamaah yang berkunjung ke Masjid Nabawi, Mihrab Utsmani bukan hanya elemen arsitektur yang indah. Ia menjadi pengingat bahwa kejayaan Islam dibangun melalui perpaduan antara ilmu, ibadah, kepemimpinan yang amanah, dan kepedulian terhadap kebutuhan umat.
Di hadapan mihrab ini, jamaah dapat merenungkan bagaimana para sahabat Rasulullah ﷺ mengelola amanah dengan penuh tanggung jawab, memastikan rumah Allah tetap menjadi tempat yang nyaman bagi setiap muslim yang datang beribadah.
Hingga hari ini, Mihrab Utsmani tetap menjadi bagian penting dari sejarah Masjid Nabawi. Keberadaannya menghubungkan generasi masa kini dengan jejak kepemimpinan para Khulafaur Rasyidin yang meninggalkan warisan bukan hanya berupa bangunan, tetapi juga teladan dalam mengabdi kepada agama dan umat.
Bagi setiap jamaah umrah, mengenal sejarah Mihrab Utsmani akan menambah kekhusyukan selama berada di Masjid Nabawi. Sebab setiap sudut masjid ini menyimpan kisah tentang pengorbanan, kepemimpinan, dan kecintaan para pendahulu terhadap rumah Allah yang mulia.





